Mengikuti saran yang sering diungkapkan oleh Bapak Wasiman, bahwa salah satu cara untuk menjadi murid berprestasi adalah dengan sering mengikuti berbagai lomba. Maka pada hari Sabtu, 18 Pebruari 2012, beberapa murid kelas 1B SDN Pondok Labu 11 Pagi RSBI, berkesempatan mengikuti babak penyisihan Olimpiade Sains Kuark (OSK) yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Jakarta, OSK diselenggarakan di Prasetya Mulya Business School, dengan dihadiri lebih dari 1000 peserta. Selama anak-anak berolimpiade dari pukul 08:30-10:00 para orang tua mengikuti seminar paranting. Pada seminar parenting tersebut, Prof. Yohanes Surya, Ph.D. berkeinginan untuk membentuk banyak doktor-doktor muda di Indonesia dalam jangka waktu 11 tahun masa sekolah. Hal yang membuat beliau optimis adalah terdaftarnya 65.000 peserta Olimpiade Sains Kuark di seluruh Indonesia. Sedangkan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro mantan menteri pendidikan, mengangkat tentang pentingnya peran serta dan dukungan orang tua pada prestasi anak-anak. Menurut beliau orang tua sepatutnya terus mendapingi anak-anak untuk menuju sukses. Selesai berolimpiade, anak-anak dengan riang dan semangat mengikuti banyak permainan edukatif yang menarik yang juga dapat mengumpulkan banyak hadiah.
Seminar Parenting
selesai olimpiade
berphoto bersama advisor majalah Kuark dan mengikuti ballon race
Film-film di Science Film Festival adalah film film pilihan pemenang lomba. Jadi tentunya sangat menarik untuk anak-anak agar lebih menyukai sains.
Film yang Ibn tonton harini tanggal 23 November 2011 di Universitas Paramadina sepulang sekolah adalah The Real Guinea Pig (50 menit, 12+), Fascination Knowledge: Sharks (29 menit, 12+ dan Chasing Sheep, Sleep Demystified (24 menit, 12+).
Film The Real Guinea Pig menjelaskan tentang kehidupan marmut. Berdasarkan penelitian marmut yang terbiasa hidup dalam suatu kelompok lalu dipindahkan ke kelompok yang baru akan mudah beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan yang baru. Tetapi marmut yang biasa hidup hanya berdua dengan pasangannya lalu dipindahkan ke suatu kelompok tertentu tidak bisa beradaptasi, berkelahi dengan anggota kelompok barunya dan menjadi stres. marmut tersebut akan menjadi nyaman kembali jika dikembalikan ke pasangannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi harus diajarkan dan dibiasakan sejak kecil. Terlihat dalam film tersebut bagaimana anak betina marmut yang lahir dari ibu yang stres akan tumbuh menjadi maskulin, menunjukkan perilaku jantan.
Marmut yang mempuyai sistem organ tubuh mirip dengan sistem organ tubuh manusia, sering digunakan dalam penelitian untuk mencari penyebab penyakit, pengobatan juga dalam mengantisipasi penyakit. Di sekitar pegunungan Andes, marmut masih digunakan dalam ritual pengobatan tradisional. Marmut yang menurut tabib di Andes mempunyai fungsi organ tubuh yang sama dengan manusia masih digunakan dalam ritual pengobatan manusia dari ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Caranya adalah dengan meraba-raba marmut di depan pasien. Dan tabib akan memprediksi penyakit sang pasien berdasarkan perubahan warna bulu marmut. Disamping itu karena bentuknya yang lucu sering menjadi hewan peliharaan anak-anak, terlebih mereka mudah beradaptasi.
Film Fascination Knowledge: Sharks bercerita tentang salah kaprah manusia yang merasa terancam oleh ikan hiu dan mengagap hiu sebagai monster pemakan manusia, haus darah manusia dan sering berburu manusia. Padahal yang terjadi adalah ikan hiu yang terancam oleh manusia.
Sebab manusialah yang menyebabkan ikan hiu sekarang termasuk hewan yang hampir punah. Bahkan pengarang buku Jaws yang kemudian diangkat ke layar kaca oleh Steven Spielberg, Peter Blenchey, berusaha untuk menghilangkan mitos hiu monster pemakan manusia di tahun-tahun sebelum kematiannya. Ikan hiu yang terbesar adalah hiu paus yang hanya memakan plankton. Ikan hiu ada yang pemakan ikan dan pemakan anjing laut. Hiu pemakan ikan biasanya akan berburu secara berkelompok. Penciuman ikan hiu sangat tajam dan ikan hiu dapat mudah mendeteksi ikan mangsanya dengan mudah.
Zafir 2 tahun yang ikut mengantar kakaknya, agak bosan dengan film berdurasi panjang uang memang diperuntukkan 12 tahun keatas. Akhirnya ia bermain di mobil panda yang lebih menarik baginya. Di mobil panda Zafir dapat membaca buku-buku menarik tentang hewan, bermain dengan boneka orang utan yang besar beserta anaknya dan seekor harimau juga dapat menonton film. Science Film Festival memang benar-benar asyik dan lengkap, *one stop kids sains edutainment* yang menarik bagi anak-anak.
Film Chasing Sheep, Sleep Demystified, menjelaskan tentang manusia yang membutuhkan tidur 6.5 -7.5 jam setiap hari.
Selesai film tentang tidur dipraktekkan cara membuat stetoskop sederhana. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah corong plastik, plastisin, 2 selang kecil, busa dan selotip. Caranya; tiap selang tersebut ujungnya diberi busa lalu diselotip, lalu satukan kedua ujung selang tidak berbusa masuk ke corong dan beri plastisin sebagai perekat agar selang tidak bergerak dan udara dalam corong bisa menjadi hampa ketika ditaruh di dada kiri. Letakkan corong pada dada kiri untuk mendengar detak jantung dan kedua ujung selang berbusa ke kedua telinga. Akan terdengar detak jantung walau kecil suaranya.