RSS

Imunisasi DT/TT

30 Nov

Sehubungan dengan SK bersama 4 menteri (Mendikbud, MenAg, Menkes dan Mendagri) No. 0408b/u/1984, No.319a, Menkes/SKB/VI/1984, No 74/TH/1984 dan No.61 Tahun 1984 tentang TPUKS, maka dilaksanakan Bulan Imunisasi AnakSekolah (BIAS). Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setiap bulan November dilaksanakan mulai tahun 1998. Imunisasi DT 1 dosis diberikan pada siswa SD kelas 1, dan TT 1 dosis masing-masing pada siswa kelas II, III. Untuk pelaksanaan di SDN Pondok Labu 11 RSBI dilaksanakan pada tanggal 29 November 2011.
Dalam pelaksaan vaksinasi oleh Tim dari Puskesmas Pondok Labu, digunakan alat suntik sekali pakai dan tanpa biaya (gratis)

Sasaran program imunisasi DT/TT pada anak adalah untuk mencegah penyakit difteri dan tetanus.

Pada usia sekolah dan remaja diperlukan vaksinasi ulang atau booster untuk hampir semua jenis vaksinasi dasar yang ada pada usia lebih dini. Masa tersebut sangat penting untuk dipantau dalam upaya pemeliharaan kondisi dan kekebalan tubuh terhadap berbagai macam penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Pada program BIAS yang diberikan adalah imunisasi DT, TT dan campak.

Bahan Vaksin
Vaksin DT-TT merupakan vaksin yang terbuat dari bahan toksoid. Toksoid adalah racun (toksin) yang dihasilkan oleh bakteri yang kemudian telah dilemahkan sehingga tidak berbahaya bagi manusia. Tetanus dan difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan toksin yang berbahaya bagi tubuh. Vaksin DT terdiri dari toksoid difteri dan toksoid tetanus. Sedangkan vaksin TT terdiri dari toksoid tetanus saja.
Cara Pemberian
Vaksin DT diberikan dengan diinjeksikan secara intramuskular pada lengan atas dengan dosis 0,5 mL. Vaksinasi TT juga diberikan dengan diinjeksikan secara intramuskular pada lengan atas dengan dosis 0,5 mL.

Difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. Difteri ialah penyakit yang mengerikan di mana masa lalu telah menyebabkan ribuan kematian, dan masih mewabah di daerah-daerah dunia yang belum berkembang. Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak yang berumur satu sampai sepuluh tahun sangat peka terhadap penyakit ini.
Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.
Umumnya difteri dapat dicegah melalui vaksinasi

Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw, merupakan penyakit yang disebakan oleh tetanospasmin, yaitu sejenis neurotoksin yang diproduksi oleh Clostridium tetani yang menginfeksi sistem urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid)
Akibat dari tetanus adalah rigid paralysis (kehilangan kemampuan untuk bergerak) pada voluntary muscles (otot yang geraknya dapat dikontrol), sering disebut lockjaw karena biasanya pertama kali muncul pada otot rahang dan wajah. Kematian biasanya disebabkan oleh kegagalan pernafasan dan rasio kematian sangatlah tinggi.
Mencegah tetanus melalui vaksinasi adalah jauh lebih baik daripada mengobatinya

referensi:
http://yuiforme.blogspot.com/2010/04/imunisasi-bias-dt-tt.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Tetanus
http://id.wikipedia.org/wiki/Difteria

 
Leave a comment

Posted by on November 30, 2011 in kegiatan di sekolah, kelas, kesehatan, sekolah

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: